Mengulas kenaikan pangkat guru


Buku kecil ini saya buat berdasarkan keprihatinan melihat lingkungan sekitar. Dimana bapak ibu guru yang menjahitkan (minta tolong orang lain dengan kompensasi uang) berkas-berkas kenaikan pangkatnya. Saya miris melihatnya. Meski banyak yang beralasan, ini kan saling membantu, ini kan saling menguntungkan, tapi bila kita kembalikan ke hati nurani, ini adalah perbuatan tercela. Seperti halnya perbuatan yang selalu kita larang ke siswa, jangan mencontek. Alasan mereka sama : kan saling membantu pak, bu, he-he.
Read the rest of this entry »

Menulis bagi saya adalah sumbangsih bagi orang lain. Kecuali tentu saja tulisan di status Facebook saya yang isinya curhatan. Entah kenapa, lewat menulis lah saya bisa mengeluarkan uneg-uneg dan pendapat dengan lebih baik. Daripada berbicara. Saya memang tipikal orang yang irit ngomong. Makanya saya suka nulis, di blog, di majalah, di grup Whatsapp, dan buku. Ya buku. Di lingkungan tempat kerja, waktu itu belum ada yang berpengalaman menerbitkan buku. Buku pertama saya disini. Awalnya memang berat dirasa. Tidak punya kenalan penerbit, tidak punya referensi teman, tapi ngebet pengen punya buku, ngoyo. Akhirnya terbit lewat jalur Self Publishing pada 2018 lalu. Pengalaman menerbitkan buku membuat ketagihan. Hingga akhirnya digandeng penerbit untuk nulis buku mapel, 2 buah. Dan sekarang, terbitlah buku populer ke-2. Kali ini tidak sendiri, saya berduet dengan teman seprofesi, Bu Anna.

Buku ke – 4 saya.


Read the rest of this entry »

Go-Jum

Posted: November 3, 2019 in catatan harian seorang ayah

Bersepeda adalah olahraga yang lengkap. Unsur menyehatkan adanya, merekatkan juga ada. Seperti halnya di lingkungan saya, mulai gencar gerakan bersepeda. Baguslah, bisa mengurangi polusi, memperbanyak relasi, he-he. Perumahan kami adalah perumahan tradisonal, bukan perumahan cluster/mewah khas perkotaan. Tapi tetap saja, tidak banyak waktu berkumpul dan mengobrol karena mayoritas adalah usia muda, usia pekerja. Dihuni sekitar 80-an KK, perumahan kecil ini banyak punya orangtua muda, seusia saya, akhir 30-an atau awal 40-an. Bermula dari obrolan di pos satpam, mulailah ide bergowes ria.
Read the rest of this entry »

Diserahkan oleh Pak Antonio Sitanggang. Terimakasih Kesharlindung,


Mengikuti kegiatan yang diadakan Subdit Kesharlindung Kemdikbud selalu menyenangkan. Dan membuat ketagihan. Kegiatan yang pertama kali saya ikuti adalah LKG (lomba Keahlian Guru) 2017 (ceritanya disini). Kemudian Bimtek HAKI (ceritanya disini) dan K3 (ceritanya disini) di Tahun 2018. Mencoba ikut Inobel 2019, tapi telat mengirimkan naskah. Akhirnya lolos juga di tahun ini lewat LKG lagi. Setelah 2 tahun bertempat di UNY Jogjakarta (2016 dan 2017) dan di VEDC Malang (2018), LKG tahun ini diadakan di BMTI Bandung. Saya akan membagikan pengalaman mengikuti dan menjuarainya (he-he). Read the rest of this entry »

Tulisan ke-3 di tahun ini yg dimuat


Bila menilik sejarah, SMK adalah bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan Indonesia. Dulu, namanya disesuaikan dengan jurusan yang ada. Semisal STM (Sekolah Teknologi Menengah), SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas), SMM (Sekolah Menengah Musik) dan lain-lain. Saat ini diseragamkan dengan nama Sekolah Menengah Kejuruan. Memiliki ratusan “jurusan” yang identik dengan kebutuhan industri. Hingga awal 2000-an masih terdapat stempel yang kurang mengenakkan bagi SMK. Yaitu sekolah nomor dua. Dimana siswa hanya masuk SMK bila tidak diterima di bangku SMA. Tapi roda berputar. Saat ini SMK bisa dibilang sejajar bahkan menjadi pilihan utama mengungguli SMA di hati para lulusan SMP.

SMK DAN PERDAGANGAN BEBAS
Indonesia sebagai raksasa di Asia Tenggara turut memprakarsai lahirnya CAFTA (China-ASEAN Free Trade Agreement) yang mulai diterapkan bertahap sejak 2003. Dus, kita baru menyadarinya dengan gelagapan pada awal 2010-an. Dimana CAFTA menjadi gelombang pasang perdagangan bebas diantara komunitas China-ASEAN. Derasnya laju industri membutuhkan banyak skill-worker. SMK diharapkan mampu menyuplai tenaga kerja terampil tersebut. Di tengah upaya untuk berevolusi, SMK selalu menjadi andalan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja front-line. Tak heran, pendirian SMK menjamur dimana-mana. Fokusnya, pemerintah menginginkan prosentase SMA-SMK yang semula 70%-30% menjadi 30%-70%. Tak ketinggalan di wilayah Jawa Timur. Read the rest of this entry »