Sang Shogun

Posted: April 27, 2012 in catatan harian seorang ayah

Membaca judul di atas pasti terbayang pejuang dari Jepang, Korea atau merk motor. Tapi, ini gak ada hubungan sama sekali dengan pikiran itu. Itu adalah “nama” seorang sopir bis. Sopir bis? Ya…sopir bis yang membuatku harus merasa menulisnya disini.
Pagi itu, terminal Maospati lumayan ramai. Banyak sesama pegawai yang mau berangkat kerja. Bis yang ditunggu pun akhirnya datang, bis Mira bercorak keemasan itu berhenti menaikkan penumpang. “Naik Shogun nih,” celetuk seorang penumpang disampingku. Awalnya aku tak terlalu peduli. Aku hanya pingin tidur, maklum, semalam begadang nonton bola. Tapi sepanjang perjalanan akhirnya mata tak mau terpejam. Sang sopir yang ber-“penampakan” beda membuatku asyik mengamati.
Read the rest of this entry »

Kerudung Hati

Posted: April 20, 2012 in catatan harian seorang guru

Berkibar jilbabmu di setiap waktu
di sepanjang jalan kulihat kamu..
karena jilbabmu meredam nafsu
busanamu menyejukkan kalbu
Lagu qosidah-an jaman dulu kembali menyeruak. Betapa tidak, melihat saat ini banyak nya anak-anak sekolah yang pakai jilbab. Alhamdulillah, berarti mereka paling tidak sudah menutup aurat seiring bertambahnya umur. Maksudnya umur pakaian, hehe. Lihat saja, kelas X, pakaian masih baru masih panjang, kelas XI, mulai melar, mulai cingkrang, lha kelas XII, MasyaAllah…! Baju adiknya kok masih dipakai???????
Read the rest of this entry »

“Monggo, Pak…,” sapanya kepadaku.
“Nggih, badhe tindak pundhi,”
“Dateng pasar, pados pakan manuk. Monggo,” ucapnya sambil mengangguk.
Gimana, masih sering bertegur sapa kayak gini? Ato, bahkan sudah lupa kapan terakhir kali berdialog kayak gini? Tenang saja, banyak temannya kok, hehe.
Sudah dua minggu Ayah menempati hunian baru di pinggiran Kota Madiun. Meski di pinggiran, tetap saja budaya kota menjiwai perumahan ini. Seperti khasnya ciri kota, sifat manusianya pun lebih individualistis.
Read the rest of this entry »

Waktu itu saya tak berhenti ketawa ketika di cerita-i eMa. Klo temannya di sekolah bilang kayak judul diatas. Ceritanya, ada salah satu teman yang punya pengalaman buruk dengan flashdisk ber merk Kingston. Yaitu data2-nya musnah akibat virus komputer. Akibat gaptek dan kebiasaan orang Jawa (gampang men-judge dan meng-generalisir), dia pun berkoar kepada yang lain. JANGAN BELI KINGSTON, BANYAK VIRUSNYA! He..he….Lucu, khan???
Read the rest of this entry »

Bongko. Bagaimana pengucapannya? Bongko seperti bobol, atau bongko seperti bocah? Ati-ati lo ya, keduanya berbeda arti. Jauh malah. Yang saya maksud adalah pronounciation yang kedua. Ya, bongko. Sebuah jenis makanan yang baru saya jumpai setelah saya berhijrah ke Ngawi. Sebelumnya, selama 26 tahun hidup di Kediri dan Malang, saya belum pernah merasakan atau bahkan hanya mendengar namanya. Kini, setiap makan, selalu tersaji makanan yang mirip “bothok” ini di meja makan di rumah mertua.
Read the rest of this entry »

Sore itu langit terlihat begitu gelap. Tak hanya langit Gemarang, tapi juga langit-langit tetangga sebelah. Angin pun berhembus kencang. Dingin. Wah…rasa-rasanya mau hujan nih. Di dalam laboratorium komputer masih terlihat segelintir anak. Mereka ikut ekskul mading. Hari itu adalah deadline terakhir untuk masang mading. So, sesuai hukum yang berlaku di ekskul mading:TIDAK ADA MADING YANG TERBIT BESOK. Jadi apapun resikonya, mading harus tetap terbit sesuai jadwal. Beberapa anggota menyadari betul prinsip itu. Bahkan ketika jam sudah menunjukkan pukul 16.26 WIB.
Read the rest of this entry »

Kira-kira sebulan lalu. Kami bertiga, ayah, Ocit dan mama, pergi mudik. Karena jarak yang cukup jauh, kami berangkat dari rumah sehabis Subuh. Bahkan ayampun masih terdengar malas berkokok. Meski demikian, si Ocit sudah melek se melek-meleknya. “Usull…usul….,” katanya menirukan doa bangun tidur dari mamanya. Perjalanan itu pun berlalu dengan riang. Paling tidak begitu menurutku. Mengendara melewati kaki Gunung Lawu yang masih asri, membuat beberapa kali wajahku terterpa embun. Nyesss….
Read the rest of this entry »